Alur Proses Produksi Multimedia
Istilah multimedia pertama kali dikenal pada dunia teater, yang
mempertunjukan pagelaran dengan menggunakan gerak, musik, dan video untuk
menambah dramatisasi suatu cerita. Sekarang multimedia dikenal dengan paduan
dari hasil gambar atau image, grafik, teks, suara, TV, dan animasi sehingga
menjadi suatu karya yang dapat dinikmati secara audio visual.
Proses
Produksi Mutimedia
Secara umum, proses produksi produk multimedia dapat dibedakan
menjadi tiga tahap, yakni praproduksi, produksi, dan pascaproduksi.
1. Praproduksi (pre production)
Pre-production
atau pra-produksi merupakan tahapan perencanaan, yang secara umum bisa
diartikan sebagai tahapan persiapan sebelum memulai proses produksi (Shooting
film atau video).
Tahap praproduksi
terdiri atas beberapa langkah, antara lain proses penuangan ide dalam bentuk
proposal, membuat perancangan produk, membuat perancangan proses produksi,
penyusunan dokumentasi, penyusunan tim, membangun prototype, pengurusan hak
cipta, serta penandatanganan kontrak dan pembiayaan.
a.
Penentuan konsep/ide (concept definition)
Penentuan ide atau konsep merupakan realisasi dari pemikiran dan
gagasan awal yang bertujuan untuk menuangkannya kedalam audio visual, berupa
ide awal atau tema yang akan diangkat. Pada tahap ini ditentukan sasaran judul
(title goals), target pemirsa (audience), gaya yang ingin ditampilkan (title genre), kebutuhan pasar (market requirement), parameter anggaran
biaya (budget parameter), dan Rencana
Kerja (schedule requirement).
b.
Desain (design)
Desain merupakan proses pengumpulan data dan fakta yang relevan,
berupa gambar, audio, video, dan lainnya yang berkaitan dengan konsep/ide
perancagan produksi yang akan dilakukan. Pada tahap ini ditentukan isi cerita
yang ingin ditampilkan (story/content/service),
informasi properti yang akan digunakan, gambar yang akan ditampilkan baik
berupa video, animasi, maupun gambar, kebutuhan suara/audio, masalah-masalah
teknis yang dihadapi, interaksi antara konten yang dimunculkan, serta navigasi
atau link yang akan digunakan pada
produk.
c.
Perencanaan produksi (production plan)
Perencanaan produksi merupakan tahap membuat konsep kerja terhadap
apa yang akan dilakukan. Dalam melaksanakan perencaan produksi, langkah-langkah
yang dilakukan adalah pembuatan storyboard/content
outline, perincian anggaran produksi (budgeting),
jadwal kerja (scheduling), menentukan
peralatan yang dibutuhkan (asset
management), pembentukan tim yang akan bekerja (staffing), dan melakukan evaluasi terhadap langkah-langkah yang
telah dilakukan sebelumnya.
1)
Pembuatan storyboard/content outline
Storyboard merupakan merupakan
penjabaran dari teknik visual yang akan ditampilkan. Pada storyboard dibuat daftar gambar dari setiap adegan yang
divisualisasikan dalam bentuk sketsa gambar jika dianggap perlu. Biasanya audio visual storybard hanya digunakan
pada pembuatan iklan atau animasi berdurasi pendek, sedangkan dalam pembuatan
film yang berdurasi panjang, hal ini tidak perlu dilakukan.
2)
Menentukan anggaran (budgeting)
Menentukan anggaran berarti membuat
perhitungan biaya yang jelas dan rasional terhadap kebutuhan-kebutuhan yang
diperlukan, seperti biaya personel, konsultan, produksi video, produksi audio,
penyewaan alat, dan lain-lain. Biaya dari kebutuhan-kebutuhan tersebut kemudian
dijumlahkan secara keseluruhan, sehingga dapat diketahui total anggaran yang
diperlukan.
3)
Penjadwalan (scheduling)
Jadwal kerja merupakan sebuah panduan
waktu pelaksanaan kerja. Pada jadwal kerja, terlampir kegiatan yang dilakukan,
awal dan akhir waktu dari masing-masing kegiatan harus dilakukan, serta orang
yang bertanggung jawab untuk melakukan setiap kegiatan tersebut. Pembuatan
jadwal kerja semacam ini berfungsi untuk mngawasi setiap kegiatan yang
dilakukan, shingga terpantau dengan baik. Pembuatan jadwal kerja juga dapat
digunakan untuk membandingkan kemajuan, memastikan penyimpangan dari rencana,
dan mengambil tindakan yang korektif tepat waktu.
4)
Menentukan peralatan yang
dibutuhkan (asset management)
Menentukan peralatan yang dibutuhkan
merupakan penjabaran tentang peralatan yang akan digunakan pada sebuah produksi
serta menjelaskan lokasi dan waktu yang diperlukan pada saat produksi.
d.
Dokumentasi (documentation)
Dokumentasi merupakan sebuah tahap pengumpulan semua jenis data,
baik teks, video, gambar, ataupun audio. Dalam tahap dokumentasi, juga
dilakukan desain produksi dan perencanaan produksi. Dokumentasi meliputi segala
hal mengeni data dan informasi keseluruhan produksi dari awal prouksi hingga
akhir produksi, yaitu proses pengerjaan proyek
yang dituturkan secara lisan dan menjadi panduan seluruh proses
produksi.
e.
Pembuatan tim (assemble team)
Pembetukan anggota tim dilakukan melalui seleksi yang sesuai dengan
kebutuhan produksi dan diharapkan setiap anggota tim dapat bekerja secara
professional sesuai dengan tugasnya masing-masing. Adapun kebutuhan tim antara
lain desainer, produser, desainer teknik, art
director, produser audio, penulis dan penyunting (editor), graphic artist, kamerawan, programmer, komposer/ penata suara, content specialist, pambantu teknis,
asisten produksi, rights and researcher, dan pengacara.
f.
Pembuatan rancangan desain (building prototype)
Membuat rancangan desain merupakan pembuatan bentuk dasar
rancangan/desain yang dapat diperlihatkan untuk dilakukan tes dan ditentukan
layak atau tidak untuk diproduksi. Keputusan ini diambil oleh pemimpin
produksi. Selanjutnya, proyek ini harus dapat dibuktikan keasliannya dengan
dibuatkan hak cipta. Tujuannya adalah agar produk mempunyai kekuatan hokum yang
menyatakan produk tersebut baru dan tidak meniru atau menggunakan hak cipta
orang lain. Langkah terakhir dalam building
prototype adalah melakukan pengungkapan pendapat (brainstorming), yaitu membahas rancangan desain yang telah dibuat
bersama-sama dengan anggota tim dan klien guna mencari masukan dan pendapat
untuk melakukan perbaikan.
g.
Penyempurnaan (clear rights)
Penyempurnaan adalah sebuah proses evaluasi dari beberapa tahap
sebelumnya. Ketika masuk pada bagian ini, semua tahap yang dilakukan sebelumnya
harus sudah benar-benar jelas melalui control dan koreksi pada tiap-tiap
bagian. Setelah tahap ini, diharapkan tidak ada lagi kesalahan/ kekurangan yang
terjadi.
h.
Penandatanganan kontrak dan
pembiayaan (client sign-off and funding)
Pada
tahap ini dilakukan penandatanganan kontrak kerja dan pembayaran biaya sesuai
dengan kesepakatan antara perusahaan dan pelanggan. Selanjutnya, proyek ini
siap untuk diproduksi.

0 comments: