Friday, March 27, 2020

Pencegahan Penyebaran Virus Covid-19 di lingkungan Sekolah SMK Metland


Hallo sobat..
Assalamu'alaikum Warohmatullahi wabarokatuh..

Pandemi Covid-19 Di indonesia semakin mengkhawatirkan. Dalam dunia pendidikan, untuk pencegahan penyebaran covid-19 di lingkungan sekolah, maka sistem belajar mengajar secara Home Learning diberlakukan sebagai upaya pencegahan virus tersebut untuk kebaikan sisawa/i maupun pendidik..

Sementara dilingkungan sekolah SMK Metland yang berada di Taman Metro Raya, Metland Tranyogi, Cileungsi, Kabupaten Bogor berinisiatif untuk membersihkan lingkungan sekolah dengan menyemprotkan desinfektan ke seluruh lingkungan sekolah..
Berikut videonya



Semoga penyebaran Covid-19 segera berakhir..
Aamiin..


Informasi Lebih Lengkap:
Instagram    : SMK Metland
                     Metschoo2day
                     GCP Metland School
Facebook     : SMK Metland
Youtube       : Metland School
Blog Resmi   : PPDB SMK Metland
                   : Marcommetschoo

Animasi Tentang Pencegahan Corona


Animasi Tentang Pencegahan Corona







Informasi Lebih Lengkap:
Instagram    : SMK Metland
                     Metschoo2day
                     GCP Metland School
Facebook     : SMK Metland
Youtube       : Metland School
Blog Resmi   : PPDB SMK Metland
                   : Marcommetschoo

Pergerakan Kamera Video dan Sudut Pengambilan gambar,


Pergerakan Kamera video

1.         PAN/ Panning yaitu pergerakan kamera secara horizontal.
Pan Right pergerakan kamera dari kiri ke kanan
Pan Left pergerakan kamera dari kanan ke kiri

2.         Tilt/Tilting yaitu teknik pengambilan gambar dengan menggerakan kamera mengikuti arah objek melakukan pergerakan.
Tilt Down dari atas ke bawah
Tilt UP dari bawah ke atas

3.         Tracking yaitu teknik pengambilan gambar yang dimulai dengan  cara menggerakan kamera mendekati objek.
Track-in kamera menuju objek
Track-out kamera menjauh dari objek

4.         Following Shot yaitu teknik pengambilan gambar dengan cara kamera mengikuti kemana objek bergerak. Perekaman bisa dilakukan dari belakang, samping kiri / kanan maupun dari depan objek.

5.          Zooming yaitu teknik pengambilan gambar dengan cara memutar zoom ke kiri dan ke kanan pada lensa kamera kearah objek berada.


Sudut Pengambilan Gambar

1.   Duct Angle Sudut pengambilan gambar miring, biasanya digunakan untuk menggambarkan ketidakstabilan emosi.
2.   Worm Angle/ mata cacing adalah Sudut pengambilan gambar /kamera berada persis diletakan di atas tanah.
3.   Crazy angle  kamera bergerak tidak beraturan
4.   Change focus, mengubah focus dari satu objek ke objek lain dalam satu frame.
5.   Circle / circular track, kamera mengitari objek.
6.   Side shot, kamera merekam dari samping yang mengikuti objek yang berjalan.
7.   Extreme top shot, kamera mengambil tepat diatas objek (90 derajat)
8.   High Angle, Pengambilan gambar dari atas objek
9.   Eye level, pengambilan gambar sejajar dengan mata
10. Low angle, pengambilan gambar dari bawah objek
11. Frog angle, pengambilan gambar dari bawah objek (memperjelas background dan objek)
12. Bird angle (drone), pengambilan gambar dari atas (menggunakan Drone).





Alur Proses Produksi Multimedia



Alur Proses Produksi Multimedia

Istilah multimedia pertama kali dikenal pada dunia teater, yang mempertunjukan pagelaran dengan menggunakan gerak, musik, dan video untuk menambah dramatisasi suatu cerita. Sekarang multimedia dikenal dengan paduan dari hasil gambar atau image, grafik, teks, suara, TV, dan animasi sehingga menjadi suatu karya yang dapat dinikmati secara audio visual.

Proses Produksi Mutimedia
Secara umum, proses produksi produk multimedia dapat dibedakan menjadi tiga tahap, yakni praproduksi, produksi, dan pascaproduksi.
1.       Praproduksi (pre production)
Pre-production atau pra-produksi merupakan tahapan perencanaan, yang secara umum bisa diartikan sebagai tahapan persiapan sebelum memulai proses produksi (Shooting film atau video).
Tahap praproduksi terdiri atas beberapa langkah, antara lain proses penuangan ide dalam bentuk proposal, membuat perancangan produk, membuat perancangan proses produksi, penyusunan dokumentasi, penyusunan tim, membangun prototype, pengurusan hak cipta, serta penandatanganan kontrak dan pembiayaan.
a.       Penentuan konsep/ide (concept definition)
Penentuan ide atau konsep merupakan realisasi dari pemikiran dan gagasan awal yang bertujuan untuk menuangkannya kedalam audio visual, berupa ide awal atau tema yang akan diangkat. Pada tahap ini ditentukan sasaran judul (title goals), target pemirsa (audience), gaya yang ingin ditampilkan (title genre), kebutuhan pasar (market requirement), parameter anggaran biaya (budget parameter), dan Rencana Kerja (schedule requirement).
b.      Desain (design)
Desain merupakan proses pengumpulan data dan fakta yang relevan, berupa gambar, audio, video, dan lainnya yang berkaitan dengan konsep/ide perancagan produksi yang akan dilakukan. Pada tahap ini ditentukan isi cerita yang ingin ditampilkan (story/content/service), informasi properti yang akan digunakan, gambar yang akan ditampilkan baik berupa video, animasi, maupun gambar, kebutuhan suara/audio, masalah-masalah teknis yang dihadapi, interaksi antara konten yang dimunculkan, serta navigasi atau link yang akan digunakan pada produk.
c.       Perencanaan produksi (production plan)
Perencanaan produksi merupakan tahap membuat konsep kerja terhadap apa yang akan dilakukan. Dalam melaksanakan perencaan produksi, langkah-langkah yang dilakukan adalah pembuatan storyboard/content outline, perincian anggaran produksi (budgeting), jadwal kerja (scheduling), menentukan peralatan yang dibutuhkan (asset management), pembentukan tim yang akan bekerja (staffing), dan melakukan evaluasi terhadap langkah-langkah yang telah dilakukan sebelumnya.
1)      Pembuatan storyboard/content outline
Storyboard merupakan merupakan penjabaran dari teknik visual yang akan ditampilkan. Pada storyboard dibuat daftar gambar dari setiap adegan yang divisualisasikan dalam bentuk sketsa gambar jika dianggap perlu. Biasanya audio visual storybard hanya digunakan pada pembuatan iklan atau animasi berdurasi pendek, sedangkan dalam pembuatan film yang berdurasi panjang, hal ini tidak perlu dilakukan.
2)      Menentukan anggaran (budgeting)
Menentukan anggaran berarti membuat perhitungan biaya yang jelas dan rasional terhadap kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan, seperti biaya personel, konsultan, produksi video, produksi audio, penyewaan alat, dan lain-lain. Biaya dari kebutuhan-kebutuhan tersebut kemudian dijumlahkan secara keseluruhan, sehingga dapat diketahui total anggaran yang diperlukan.
3)      Penjadwalan (scheduling)
Jadwal kerja merupakan sebuah panduan waktu pelaksanaan kerja. Pada jadwal kerja, terlampir kegiatan yang dilakukan, awal dan akhir waktu dari masing-masing kegiatan harus dilakukan, serta orang yang bertanggung jawab untuk melakukan setiap kegiatan tersebut. Pembuatan jadwal kerja semacam ini berfungsi untuk mngawasi setiap kegiatan yang dilakukan, shingga terpantau dengan baik. Pembuatan jadwal kerja juga dapat digunakan untuk membandingkan kemajuan, memastikan penyimpangan dari rencana, dan mengambil tindakan yang korektif tepat waktu.
4)      Menentukan peralatan yang dibutuhkan (asset management)
Menentukan peralatan yang dibutuhkan merupakan penjabaran tentang peralatan yang akan digunakan pada sebuah produksi serta menjelaskan lokasi dan waktu yang diperlukan pada saat produksi.
d.      Dokumentasi (documentation)
Dokumentasi merupakan sebuah tahap pengumpulan semua jenis data, baik teks, video, gambar, ataupun audio. Dalam tahap dokumentasi, juga dilakukan desain produksi dan perencanaan produksi. Dokumentasi meliputi segala hal mengeni data dan informasi keseluruhan produksi dari awal prouksi hingga akhir produksi, yaitu proses pengerjaan proyek  yang dituturkan secara lisan dan menjadi panduan seluruh proses produksi.
e.      Pembuatan tim (assemble team)
Pembetukan anggota tim dilakukan melalui seleksi yang sesuai dengan kebutuhan produksi dan diharapkan setiap anggota tim dapat bekerja secara professional sesuai dengan tugasnya masing-masing. Adapun kebutuhan tim antara lain desainer, produser, desainer teknik, art director, produser audio, penulis dan penyunting (editor), graphic artist, kamerawan, programmer, komposer/ penata suara, content specialist, pambantu teknis, asisten produksi, rights and researcher, dan pengacara.
f.        Pembuatan rancangan desain (building prototype)
Membuat rancangan desain merupakan pembuatan bentuk dasar rancangan/desain yang dapat diperlihatkan untuk dilakukan tes dan ditentukan layak atau tidak untuk diproduksi. Keputusan ini diambil oleh pemimpin produksi. Selanjutnya, proyek ini harus dapat dibuktikan keasliannya dengan dibuatkan hak cipta. Tujuannya adalah agar produk mempunyai kekuatan hokum yang menyatakan produk tersebut baru dan tidak meniru atau menggunakan hak cipta orang lain. Langkah terakhir dalam building prototype adalah melakukan pengungkapan pendapat (brainstorming), yaitu membahas rancangan desain yang telah dibuat bersama-sama dengan anggota tim dan klien guna mencari masukan dan pendapat untuk melakukan perbaikan.
g.       Penyempurnaan (clear rights)
Penyempurnaan adalah sebuah proses evaluasi dari beberapa tahap sebelumnya. Ketika masuk pada bagian ini, semua tahap yang dilakukan sebelumnya harus sudah benar-benar jelas melalui control dan koreksi pada tiap-tiap bagian. Setelah tahap ini, diharapkan tidak ada lagi kesalahan/ kekurangan yang terjadi.
h.      Penandatanganan kontrak dan pembiayaan (client sign-off and funding)
Pada tahap ini dilakukan penandatanganan kontrak kerja dan pembayaran biaya sesuai dengan kesepakatan antara perusahaan dan pelanggan. Selanjutnya, proyek ini siap untuk diproduksi.