Tuesday, October 19, 2021

Gambar Vektor dan Bitmap

Gambar Vektor dan Bitmap

Pengertian Bitmap

Bitmap dikenal juga dengan raster.

Bitmap adalah gambar yang tersusun dari titik dan tersimpan di dalam memori komputer. Gambar bitmap yang tersusun dari titik dan kombinasi warna tersebut diukur dalam satuan pixel yang disertai dengan jumlahnya (bit/pixel).

Pengertian Vector

Vektor adalah format file gambar yang tersusun dari kombinasi titik dan garis. Kombinasi tersebut berbasis perhitungan matematis. Gambar dengan format vector akan memiliki kualitas yang bagus, terutama ketika diperbesar atau diperkecil.

Perbedaan Gambar Vektor Dan Bitmap

Berikut ini penjelasan secara lengkap tentang perbedaan gambar grafis vektor dan bitmap.

1. Ketika Diperbesar
Perbedaan pertama adalah ketika gambar diperbesar atau diperkecil (di-zoom).

Gambar yang berformat vektor tidak akan pecah atau jadi blur ketika di-zoom. Berbeda dengan yang formatnya bitmap, gambar menjadi pecah, rusak, dan blur saat di-zoom.

2. Ukuran
Ukuran atau size file gambar ketika disimpan juga berbeda.

Gambar vector memiliki ukuran atau size yang lebih kecil dibandingkan dengan gambar bitmap.

3. Sifat
Sifat dari gambar vektor tidak dipengaruhi oleh resolusi. Berbeda dengan gambar bitmap yang dipengaruhi resolusi.

4. Susunan
Gambar vektor disusun dari objek geometris dan dibuat berdasarkan perhitungan matematis. Kalau gambar bitmap disusun dari objek yang bentuknya pixel atau titik.

5. Fungsi
Kegunaan dari kedua format gambar ini juga berbeda.

Image vector banyak digunakan untuk gambar-gambar desain, seperti logo, ilustrasi, dan desain lain. Kalau gambar berformat bitmap biasanya digunakan untuk gambar yang warnanya beragam, seperti foto.

6. Format File
Gambar vektor dan bitmap memiliki format yang berbeda juga ketika disimpan dalam komputer.

Vektor memiliki format file seperti AI (untuk Adobe Illustrator), CDR (untuk Corel Draw), afdesign (untuk Affinity Designer), EPS, dan lainnya.

Bitmap punya format file seperti JPG, JPEG, GIF, PNG, TIFF, dan lainnya.

7. Software
Untuk membuka file vector, diperlukan software atau program yang sama dengan formatnya. Tapi, ada juga format file vektor yang bisa dibuka di semua program sih, biasanya menggunakan format EPS.

Sedangkan kalau mau membuka gambar bitmap, maka bisa kamu lakukan langsung menggunakan komputer.

Nah, selain itu, untuk membuat gambar vector dan bitmap, software yang digunakan berbeda juga lho.

Gambar vektor biasanya dihasilkan dari program seperti Adobe Illustrator, Corel Draw, Affinity Designer, Inkscape, dan lainnya.

Gambar bitmap programnya berbeda, biasanya menggunakan software seperti Paint, Photoshop, Affinity Photo, Photoscape, dan program lainnya.

Perbedaan Gambar Vektor Dan Bitmap
Vektor
  • Gambar tidak pecah
  • Lebih kecil
  • Butuh tenaga lebih keras untuk memproses file
  • Tidak dipengaruhi resolusi
  • Objek geometris berdasar perhitungan matematis
  • Untuk desain (logo, ilustrasi, dll)
  • AI, CDR, SVG, EPS, AFDESIGN

Bitmap
  • Gambar pecah
  • Lebih besar
  • Tenaga yang dibutuhkan lebih sedikit
  • Dipengaruhi resolusi
  • Dari pixel atau titik-titik
  • Untuk gambar yang warna beragam (foto)
  • JPG, JPEG, GIF, PNG, TIFF

Kelebihan Dan Kekurangan
Untuk tambahan nih, walaupun di atas sudah ada beberapa, tapi biar lebih jelas saya buat kelebihan dan kekurangan gambar vektor dan bitmap di bawah ini ya.

Vektor
Kelebihan
  • Ukuran yang lebih kecil menjadikan penyimpanan lebih efisien
  • Dapat dicetak menggunakan printer dengan resolusi tinggi
  • Gambar bisa diubah ukurannya tanpa menurunkan kualitas
  • Gambar mudah untuk diedit
Kekurangan
  • Jika gambar vektor dikonversi ke bitmap, hasilnya tidak dapat dikembalikan ke format vektor lagi

Bitmap
Kelebihan
  • Bisa menangkap bentuk dan warna sehingga kelihatan alami
  • Kamu dapat menambahkan efek khusus sehingga hasil gambar sesuai dengan yang diinginkan
  • Dapat menghasilkan gambar vektor dan juga bitmap dalam waktu yang singkat, kualitasnya pun dapat kita tentukan
Kekurangan
  • Gambar akan menurun kualitasnya atau jadi pecah jika ukurannya diubah (diperbesar)
  • Jika gambar berformat bitmat resolusinya rendah, ketika dicetak hasilnya akan pecah

Ciri Gambar Berfomat Vektor Dan Bitmap

Untuk membedakan kedua format gambar ini, kamu bisa mengetahui dari ciri-cirinya berikut ini.

Ciri-Ciri Vektor

  • Dibuat dari kombinasi objek yang bersifat individu, terdiri dari titik, garis, dan warna
  • Ukuran gambarnya tidak mempengaruhi kualitas karena tidak tergantung resolusi gambar
  • Ukuran file lebih kecil
  • Saat diperbesar, gambar tidak akan pecah
  • Tampilan atau bentuk gambar yang dihasilkan kurang natural
  • Ketika membuka file vektor di komputer, butuh waktu yang cukup lama

Ciri-Ciri Bitmap

  • Gambar tersusun dari titik yang disebut dengan pixel
  • Kualitas gambarnya tergantung dari resolusi
  • Saat gambar diperbesar, maka akan terlihat pecah
  • Ketika gambar ditampilkan, maka akan terlihat lebih nyata dan natural
  • Disimpan dalam format JPG, JPEG, PNG, BMP, GIF, TIFF
  • File disimpan dalam ukuran yang cukup besar

Teknik Menggambar

 Teknik Menggambar

 Teknik Menggambar


Teknik-teknik menggambar adalah cara menggambar yang memiliki banyak jenis teknik yang dapat di manfaatkan sesuai dengan keinginan seseorang untuk menggambar objek yang dipilih. Nah, sebelum mengetahui tentang teknik-teknik penulis menyarankan sebaiknya anda harus mengetahui terlebih dahulu tentang pengertiannya, supaya Anda mengetahui fungsi dasar dari menggambar.

Pengertian Teknik Menggambar

Teknik menggambar adalah sebuah cara untuk mempermudah dalam proses menciptakan sebuah gambar, sehingga dengan adanya teknik-teknik menggambar tersebut dapat membuat pekerjaan seseorang untuk menggambar akan sangat terbantu dan akan lebih cepat selesai.

Bagaimana Cara Membuat Gambar Bentuk?


Gambar bentuk adalah suatu ide bentuk yang dipaparkan di atas bidang gambar berkat keahlian tangan seseorang dengan menggunakan media titik, garis, bentuk, warna, tekstur, dan gelap terang yang diciptakan sesuai dengan ketetapan bentuk asli yang prespektif, proporsi dan komposisi hingga menciptakan sebuah karya yang sangat indah. Untuk membuat gambar bentuk, Anda bisa menggunakan salah satu teknik-teknik menggambar di bawah ini.

Macam-macam Teknik Menggambar


Apa saja teknik dalam menggambar? Adapun penjelasan tentang 9 teknik menggambar adalah sebagai berikut:

  1. Teknik Arsir
  2. Teknik Linear
  3. Teknik Siluet (Blok)
  4. Teknik Perspektif
  5. Teknik Dussel (Gosok)
  6. Teknik Pointilis (Titik)
  7. Teknik Aquarel (Sapuan Basah)
  8. Teknik Plakat
  9. Teknik Sketsa
Berikut adalah macam-macam teknik menggambar beserta contohnya lengkap dengan langkah-langkahnya dalam menggambar.

1. Teknik Menggambar Arsir
Apa yang dimaksud dengan teknik arsir? Teknik menggambar arsir adalah teknik dasar dalam menggambar menggunakan pensil. Teknik ini merupakan suatu metode dalam menggambar yang lebih menekankan pada kekuatan (ketebalan) garis. Kekuatan garis tersebut dapat diciptakan menggunakan pensil, spidol, tinta atau alat gambar lainnya yang dapat menghasilkan garis berulang untuk membuat perbedaan pada kekuatan garis sehingga terciptalah kesan gelap terang, gradasi atau kesan dimensi pada gambar.

Langkah awal yang dilakukan untuk belajar arsir adalah dengan berlatih teknik arsir gradasi untuk membuat satu baris kotak. Buatlah lebih dari satu kotak dan arsir setiap kotak dengan jenis pensil yang berbeda. Lihatlah perbedaan kesan gelap dan terang yang ditimbulkan dari setiap kotak.


2. Teknik Menggambar Linier

Teknik Menggambar bentuk linier adalah suatu macam metode atau cara menggambar objek gambar dengan menggunakan media garis sebagai unsur paling utama yang sangat menentukan, meskipun itu garis yang lurus maupun lengkung.

Berikut adalah contoh gambar yang menggunakan teknik linier.


3. Teknik Menggambar Blok

Teknik gambar blok adalah suatu teknik atau cara menggambar untuk menciptakan sebuah gambar dengan cara menutup seluruh objek gambar dengan satu warna, sehingga terlihat wujud globalnya atau disebut dengan siluet. Berikut contoh gambar yang menggunakan teknik blok.


4. Teknik Menggambar Perspektif

Teknik gambar perspektif adalah suatu cara atau metode yang digunakan untuk tujuan benda yang digambar terlihat dengan wajar sesuai dengan pandangan mata kita. Biasanya menggunakan peletakan garis horizon, letak benda dan jumlah titik hilang. Hasil dari teknik ini akan menghasilkan gambar 3 dimensi yang sesuai dengan pandangan mata. Berikut contoh gambar dengan menggunakan teknik menggambar prespektif.


5. Teknik Menggambar Dussel
Teknik gambar dussel adalah suatu cara atau metode menggambar bentuk suatu objek dengan menggunakan pensil untuk menggambar dengan cara digoreskan dalam posisi miring atau roboh untuk menentukan gelap terang pada objek gambar. Berikut adalah contoh gambar yang menggunakan teknik menggambar dussel.


6. Teknik Menggambar Teknik Pointilis
Teknik menggambar pointilis adalah teknik atau cara menggambar dengan titik-titik untuk menentukan gelap terangnya pada objek suatu gambar bisa memakai alat seperti pensil atau pena. Berikut adalah contoh gambar dengan menggunakan teknik pointilis.

7. Teknik Menggambar Aquarel
Teknik menggambar aquarel adalah suatu macam cara menggambar bentuk atau metode yang mengenakan media cat air dengan teknik sapuan warna yang tipis sehingga bisa kelihatan seperti transparan ataupun tembus pandang. Berikut adalah contoh gambar aquarel dalam seni rupa.

8. Teknik Menggambar Plakat
Teknik gambar plakat adalah kebalikan dari teknik gambar aquarel yaitu suatu cara atau metode dalam menggambar dengan sapuan warna yang tebal untuk menciptakan hasil yang pekat dan menutup dengan memakai bahan, cat poster atau juga bisa menggunakan cat air. Berikut adalah contoh gambar dengan teknik plakat.

9. Teknik Menggambar Sketsa
Teknik menggambar sketsa adalah suatu cara atau metode yang digunakan untuk membuat gambar dasar atau rencana dalam membuat sebuah gambar. Merupakan bagian paling awal dari hampir semua pekerjaan seni menggambar. Tahapan ini sangat berpengaruh untuk tahap-tahap selanjutnya dalam proses menggambar dan melukis. Yang digunakan kebanyakan adalah media kering seperti pensil hitam.
Tujuannya adalah untuk meminimalisir kesalahan dalam menggambar dan membuat bentuk gambar lebih proporsional. Berikut contoh gambar yang menggunakan sketsa terlebih dahulu.

Langkah-Langkah Menggambar Bentuk
Nah, Setelah kita mengetahui tentang teknik-teknik menggambar bentuk sekarang kita akan membahas tentang langkah-langkah menggambar yang juga harus Anda ketahui dalam dunia menggambar. 

Adapun penjelasan langkah-langkah menggambar bentuk adalah sebagai berikut :

  1. Pengamatan objek
  2. Pembuatan sketsa gambar bentuk
  3. Pencahayaan atau gelap terang
  4. Pewarnaan gambar
  5. Finishing atau penyelesaian akhir

1. Pengamatan Objek

Pengamatan adalah langkah pertama yang harus dilakukan dalam proses menggambar bentuk untuk pengenalan tehadap objek yang akan digambar, cara pengamatan ini harus dilakukan dengan teliti dan jeli agar bentuk yang di dapatkan bisa di tangkap dengan sempurna.

2. Pembuatan Sketsa Gambar Bentuk

Pembuatan sketsa merupakan langkah dalam teknik menggambar bentuk dengan menggunakan goresan-goresan tipis, hal ini untuk mengantisipasi kesalahan pada ketidak tepatan bentuk sehingga mudah untuk di hapus atau tidak sampai merusak kertas. Kemudian perhatikan sketsa benda yang sudah dibuat dengan teliti agar gambar benda lebih tepat dengan objek.

3. Pencahayaan atau Gelap Terang

Pencahayaan merupakan teknik arsir yang digunakan untuk memperlihatkan cahaya yang datang dari sisi kana, kiri, atau keduanya. Dengan memberikan arsiran yang terang, gelap, atau setengah gelap untuk menunjukkan bayangan pada objek sehingga nampak seperti aslinya.

4. Pewarnaan

Pewarnaan merupakan salah satu langkah menggambar yang menyesuaikan dengan media yang dipakai seperti pensil warna, cat air, atau pastel, kemudian berilah sentuhan bahan tersebut sesuai dengan keadaan objek gambar.

Cara menggambar objek tersebut harus di sesuaikan dengan bahan yang di pakai. Jika memakai pensil warna, maka gunakan teknik arsir atau dusel. kemudian bila memakai bahan cat air, gunakanlah teknik akuarel atau plakat.

5. (Finishing) Penyelesaian akhir

Finishing merupakan langkah terakhir dalam menggambar yaitu setelah semua langkah sudah selesai kemudian amati dan perhatikan kembali gambar yang suda jadi, kemudian apabila Anda menemukan bagian-bagian yang belum sempurna.

Maka inilah gunanya penyelesaian akhir untuk menyempurnakan gambar, sehingga hasil gambar akan benar-benar terlihat indah.

Sumber:

https://pastiguna.com/teknik-menggambar/







Elemen dan Prinsip Dasar Desain Grafis

 



Assalamualaikum

Dalam mempelajari komputer grafis kita harus mempelajari elemen dan prinsip desain grafis. Elemen-elemen desain sendiri terdiri atas 6 hal yaitu garis (line), bentuk (shape), tekstur (texture), ruang, ukuran, dan warna.

1.    Garis (Line)

Garis adalah sebuah unsur desain yang menghubungkan antara satu titik dengan titik lainnya sehingga tergambarlah sebuah garis dengan bentuk lengkung (curve) atau lurus (straight). Mampu membuat keteraturan, mengarahkan pandangan dan memberikan kesan bergerak serta memiliki karakter tertentu. Penggunaan garis dapat diaplikasikan dalam pembuatan grafik atau bagan.

2.    Bentuk (Shape)

Bentuk adalah seperangkat garis yang ditempatkan berdekatan, memiliki diameter, tinggi dan lebar. Ini merupakan obyek 2 (dua) dimensi. Berdasarkan sifatnya, bentuk dapat dikategorikan menjadi tiga, yaitu huruf, simbol, dan bentuk nyata (form). Selain itu hal ini dapat digunakan sebagai perantara sebuah ide.

3.    Tekstur (Texture)

Tekstur merupakan sebuah visualisasi dari permukaan yang dapat dinilai dengan cara dilihat atau diraba. Pada prakteknya, tekstur sering dikategorikan sebagai corak dari suatu permukaan benda. Tekstur dapat menambah dimensi dan kekayaan sebuah layout, menegaskan atau membawa ke dalam sebuah rasa/emosi tertentu.

4.    Ruang

Ruang adalah jarak yang memisahkan antar sesuatu. Biasanya digunakan memisahkan atau menyatukan elemen-elemen layout. Ruang juga berfungsi sebagai tempat istirahat bagi mata. Dalam bentuk fisiknya, pengidentifikasian ruang digolongkan menjadi dua unsur, yaitu obyek (figure) dan latar belakang (background).

5.    Ukuran

Ukuran adalah seberapa besar atau kecil sesuatu hal. Perbandingan ukuran satu bentuk terhadap bentuk lainnya. Dengan menggunakan elemen ini kamu dapat menciptakan kontras dan penekan (emphasis) pada obyek desain, sehingga orang akan tahu sisi menarik atau menonjol dari desain itu dan melihatnya terlebih dahulu.

6.    Warna

Warna merupakan media paling akhir dalam komunikasi simbolik dan yang terpenting. Nyatanya, warna dibagi ke dalam dua section, warna yang timbul karena sinar (RGB) dan warna yang dibuat dalam unsur tinta atau cat (CMYK). Dengan warna si desainer dapat menampilkan identitas, menyampaikan pesan atau menarik perhatian serta menegaskan sesuatu. Agar tidak salah dalam menginterpretasi suatu maksud dalam desain kamu


Ada beberapa permasalahan yang mendasar dari warna diantaranya adalah hue (spektrum warna), saturasi (nilai kepekatan), dan lightness (nilai gelap terang). Masing-masing warna memberikan respons secara psikologis. Molly E. Holzschlag dalam Adi Kusrianto membuat daftar mengenai kemampuan masing-masing warna ketika memberikan respons psikologis kepada pemirsanya sebagai berikut:

  • Merah, melambangkan kekuatan, bertenaga, kehangatan, nafsu, cinta, agresifitas, bahaya.
  • Biru, melambangkan kepercayaan, konservatif, keamanan, teknologi, kebersihan, perintah.
  • Hijau, melambangkan alami, kesehat, pandangan yang enak, kecemburuan, pembaruan.
  • Kuning, melambangkan optimisme, harapan, tidak jujur, pengecut, gembira,.
  • Ungu, melambangkan spiritual, misteri, kebangsawanan, sombong, kasar, keangkuhan.
  • Oranye, melambangkan energi, semangat, segar, keseimbangan, ceria, hangat.
  • Coklat, melambangkan tanah/ bumi, kenyamanan, dapat dipercaya, bertahan.
  • Abu-abu, melambangkan intelek, futuristik, modis, kesederhanaan, sedih.
  • Putih, melambangkan suci, bersih, tidak bersalah, steril, kematian.
  • Hitam, melambangkan kekuatan, jahat, canggih, kematian, misteri, ketakutan, sedih, anggun. 

Prinsip Desain Grafis
Dalam desain grafis, terdapat delapan prinsip utama yang perlu diperhatikan. Di antaranya ada kesatuan, keseimbangan, proporsi, penekanan, irama, kesederhanaan, kejelasan, dan ruang. Kita akan bahas lima dari delapan prinsip desain grafis tersebut, ya.


1. Kesatuan (Unity)
Kesatuan (unity) dalam desain grafis berarti kohesi, konsistensi, keutuhan, dan keselarasan semua unsur desain. Dengan memperhatikan prinsip kesatuan, karya yang kita buat bisa lebih padu dan menghasilkan tema yang kuat. Contohnya, saat memilih tone warna pada desain, kamu bisa menggunakan color palette supaya nggak ada warna yang saling bertabrakan. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan jenis font yang sama atau setipe jika desain kamu banyak mengandung teks.  

2. Keseimbangan (Balance)
Nah, dalam desain, selain semua unsurnya harus saling menyatu, kita juga perlu memperhatikan masing-masing komposisinya. Untuk itu, perlu adanya prinsip keseimbangan. Dengan menerapkan prinsip keseimbangan, desain yang kita buat akan memiliki estetika yang baik dan lebih komunikatif. Ada dua pendekatan dalam prinsip keseimbangan desain grafis, yaitu keseimbangan simetris ,asimetris, sederajat dan radial.




3. Proporsi (Proportion)
Secara matematis, proporsi merupakan perbandingan antara bagian yang satu dengan bagian yang lain. Dalam desain, proporsi digunakan sebagai skala untuk membandingkan tiap-tiap unsur. Misalnya nih, kamu ingin membuat desain poster film. Maka, bagian yang ingin kamu tonjolkan ke audiens adalah gambar dan judul film. Jadi, porsi kedua unsur tersebut tentunya akan lebih besar dibanding yang lain. 

4. Penekanan (Emphasis)
Penekanan adalah cara untuk menentukan bagian mana yang menjadi prioritas dalam desain yang kamu buat. Biasanya, bagian ini merupakan informasi atau kesan yang ingin kita sampaikan ke audiens. Nah, penekanan dan proporsi tentunya saling keterkaitan, ya. Unsur-unsur yang menurutmu menjadi prioritas pasti akan memiliki proporsi yang lebih besar daripada unsur yang lain. Jenis penekanan dalam desain grafis ada 3, yaitu:

1. Hierarki, yaitu ditentukan berdasarkan urutan atau susunan.
2. Skala dan proporsi, yaitu menonjolkan informasi utama dengan ukuran font yang lebih besar atau memakan space desain yang lebih banyak.
3. Kontras, yaitu menempatkan dua unsur desain yang saling bertentangan satu dengan yang lainnya dalam satu frame desain.

5. Irama (Rhythm)
Irama dalam desain grafis adalah pengulangan atau variasi pada unsur-unsur desain. Irama bisa dihasilkan dari pengulangan unsur-unsur yang sama dengan cara yang konsisten, atau unsur-unsur yang berbeda (dari segi bentuk, ukuran, posisi, atau unsur) tapi membentuk pola berirama. Oleh karena itu, irama dapat membuat pandangan audiens bergerak dari satu pola ke pola yang lainnya, sehingga tercipta aliran pandangan saat melihat desain yang kamu buat.



Referensi:

https://irfanfd.blogspot.com/2013/08/elemen-elemen-desain-grafis.html

https://gopangdwi.wordpress.com/elemen-desain-grafis/

https://faculty.petra.ac.id/dwikris/docs/desgrafisweb/layout_design/elemen_desain.html

https://www.ruangguru.com/blog/unsur-dan-prinsip-dasar-desain-grafis

https://www.dinasectio.com/2020/04/elemen-dan-prinsip-desain-grafis.html

‘Ingin Jago Mendesain? Kenali Dulu Dasar Desain Grafis!’ [Daring]. Tautan: https://kreativv.com/seni-rupa-dan-desain/dasar-desain-grafis/ (Diakses pada: 25 Juni 2021)

‘7 Elemen Desain Grafis Paling Penting’ [Daring]. Tautan: https://markey.id/blog/bisnis/skill/7-elemen-desain-grafis (Diakses pada: 29 Juni 2021)       

‘7 Prinsip Desain Grafis yang Perlu Kamu Ketahui dan Pelajari’ [Daring]. Tautan: https://markey.id/blog/development/7-prinsip-desain-grafis (Diakses: 30 Juni 2021)

Sumber gambar:

Gambar 'Keseimbangan Simetris' [Daring]. Tautan: https://www.dumetschool.com/blog/5-Contoh-Design-Simetri-Paling-Wonderful (Diakses: 30 Juni 2021)

Gambar 'Irama Melalui Variasi Ukuran' [Daring]. Tautan: https://www.blogernas.com/2016/08/pengertian-irama-pada-prinsip-desain.html (Diakses: 30 Juni 2021)

Gambar 'Irama Melalui Variasi Warna dan Ukuran' [Daring]. Tautan: https://sekolahdesain.com/konsep-dasar-nirmana/ (Diakses: 30 Juni 2021)